Ialah
Telah bersusah payah
Membelah resah
Menggugah payah
Memecah gundah
Menuai celah berkah
Adalah
Langkah penjelajah
Tinggalkan rumah
Lewati timbunan gabah
Lincah melawan arah sejarah
Menambah sedekah
Apatah
Amarah sudah mengalah-lemah
Pada buncah yang memerah
Antara desah yang tercurah
Di tepi sawah
Demi setumpuk upah
Ya Allah
Ampuni tiap ulah
Peredup cerah
Sang madrasah
Ayah
25 Mei 2009
04 Mei 2009
Begitu ...
Cantik
Apakah kau mencinta musik
Yang berbisik
Dari dedaunan yang menghijau unik
Oleh cinta matahari yang terik
Oleh segarnya air yang gemericik
Diiringi kicauan burung yang menarik,
Tarian ilalang yang asyik.
Begitu unik dan fantastik
Ayu
Apakah kau mencinta lagu
Yang mendayu
Dari bunga-bunga mimpi yang berpadu
Oleh dzikir dan doa yang mengadu
Oleh harap dan cemas yang menyatu
Diiringi raut dua mata yang sendu,
Senyuman bibir yang merindu.
Begitu merdu dan syahdu
Penghuni surga
Apakah kau mencinta jiwa
Yang sederhana
Dari dunia yang kian menua
Oleh bayang waktu yang merana
Oleh cinta dan angkara manusia
Diiringi bujuk rayu yang menggoda,
Nyanyian jiwa yang terlena.
Begitu membara dan mesra
Apakah kau mencinta musik
Yang berbisik
Dari dedaunan yang menghijau unik
Oleh cinta matahari yang terik
Oleh segarnya air yang gemericik
Diiringi kicauan burung yang menarik,
Tarian ilalang yang asyik.
Begitu unik dan fantastik
Ayu
Apakah kau mencinta lagu
Yang mendayu
Dari bunga-bunga mimpi yang berpadu
Oleh dzikir dan doa yang mengadu
Oleh harap dan cemas yang menyatu
Diiringi raut dua mata yang sendu,
Senyuman bibir yang merindu.
Begitu merdu dan syahdu
Penghuni surga
Apakah kau mencinta jiwa
Yang sederhana
Dari dunia yang kian menua
Oleh bayang waktu yang merana
Oleh cinta dan angkara manusia
Diiringi bujuk rayu yang menggoda,
Nyanyian jiwa yang terlena.
Begitu membara dan mesra
Langganan:
Entri (Atom)