25 Mei 2009

Arah Sejarah

Ialah
Telah bersusah payah
Membelah resah
Menggugah payah
Memecah gundah
Menuai celah berkah


Adalah
Langkah penjelajah
Tinggalkan rumah
Lewati timbunan gabah
Lincah melawan arah sejarah
Menambah sedekah


Apatah
Amarah sudah mengalah-lemah
Pada buncah yang memerah
Antara desah yang tercurah
Di tepi sawah
Demi setumpuk upah


Ya Allah
Ampuni tiap ulah
Peredup cerah
Sang madrasah

Ayah

04 Mei 2009

Begitu ...

Cantik
Apakah kau mencinta musik
Yang berbisik
Dari dedaunan yang menghijau unik
Oleh cinta matahari yang terik
Oleh segarnya air yang gemericik
Diiringi kicauan burung yang menarik,
Tarian ilalang yang asyik.
Begitu unik dan fantastik

Ayu
Apakah kau mencinta lagu
Yang mendayu
Dari bunga-bunga mimpi yang berpadu
Oleh dzikir dan doa yang mengadu
Oleh harap dan cemas yang menyatu
Diiringi raut dua mata yang sendu,
Senyuman bibir yang merindu.
Begitu merdu dan syahdu

Penghuni surga
Apakah kau mencinta jiwa
Yang sederhana
Dari dunia yang kian menua
Oleh bayang waktu yang merana
Oleh cinta dan angkara manusia
Diiringi bujuk rayu yang menggoda,
Nyanyian jiwa yang terlena.
Begitu membara dan mesra

23 April 2009

Menukik

Detak detik yang menggertik
Undang para cantrik
Isi titik-titik
Sejarah yang dramatik
Sejak zaman megalitik

Jentik lentik bidadari cantik
Buat prajurit hingga jenderal tertarik
Saling usik
Dengan langkah licik yang menukik
Karena akal yang picik

Wahai pewaris negeri batik
Mengapa masih kau cekik
Harapan rakyat cilik

24 Maret 2009

Neraca Suci

Mengimbangi neraca suci,
Remah-remah hari diseri,
Agar sandi terpahami.

Mengimbangi neraca suci,
Bintang gemintang kian berseri,
Ragam rasi tersemai,
Agar jalinan jari terurai.

Mengimbangi neraca suci,
Lebah pun menari di putik bunga yang mekar berseri,
Rayakan suara hati merindui nyanyian sunyi,
Bilamana sang ratu memberkati.


#Chapter Three#

14 Maret 2009

Degup Nafas

Degup nafas membakar kata
Apa yang esok kan dibaca?
Apa yang esok kan ditanya?

Degup nafas membakar kata
Di depan mata
Dicari satu rasa
Di tengah padang asa

Degup nafas membakar kata
Jawabnya?


#Chapter Two#

27 Februari 2009

Mengejar Satu Mimpi

Pada suatu ujung pagi
Tujuh lapis bumi ingatkan diri
Sembilan langkah mengenali sunyi
Harapan pada sembilan puluh sembilan arti
Mengejar satu mimpi

Wahai penghuni bumi
Tanyakan pada pepasir di pantai
Dimana sisa jejak kaki
Yang tertinggal di bayang-bayang matahari
Petang hari tadi

10 Februari 2009

Jadilah indah mata hati

Langit malam mulai berpendar indah
Karena cahaya bulan kian sempurna
Dalam hening hilanglah resah
Terkuak bayang fajar disambut suka

Oh... Sinar pagi
Menuntun langkah pada mata kaki
Suburkan bunga mimpi
Tambahkan rona di wajah bidadari

Jadilah indah mata hati


#Chapter One#